Pengertian Properti Syariah dan Keuntungannya

Alhamdulillah, saat ini gelombang Kesadaran masyarakat mengenai konsep syariah dan stigma KPR Bank Syariah yang belum 100% syariah semakin meningkat.

Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya komunitas-komunitas anti riba yang berkembang di masyarakat, seperti XBANK, Masyarakat Tanpa Riba, Pengusaha Anti Riba, Pengusaha Muslim Tanpa Riba dan masih banyak lagi. Termasuk di antaranya adalah sektor ekonomi serta bisnis.

Sistem perbankan yang dulunya menjadi prioritas utama dalam mengajukan permodalan kini sudah banyak dikritisi, sehingga masyarakat sudah mulai teredukasi dengan konsep syariah, salah satunya dengan syirkah / bagi hasil.

Properti syariah yang saat ini hadir di Indonesia merupakan properti yang tidak menggunakan pembiayaan dari pihak bank ataupun lembaga keuangan syariah lainnya. Untuk lebih memahaminya, kita simak terlebih dahulu pengertian dan juga keuntungan dari properti syariah ini.

Pengertian properti syariah atau yang biasa disebut juga sebagai KPR Syariah Tanpa Bank adalah skema kepemilikan rumah yang Insya Allah menggunakan akad-akad yang sesuai dengan syariah dan tidak melanggar larangan Al-Quran dan Sunah. Jadi, KPR Syariah bukanlah hanya konsep hunian di perumahan yang ada masjidnya, sekolah tahfidznya, pengajian warga dan lain-lain.
Properti syariah lebih kepada skema pembayaran kepemilikan rumah tersebut.

Yang membedakan properti syariah dengan properti konvensional di antaranya adalah aspek akad serta skema bisnis. Dalam properti syariah, konsumen bisa langsung membeli rumah pada pihak developer, tanpa harus mampir dulu ke Bank. Sehingga hanya ada 2 belah pihak yang bertransaksi yaitu Penjual (Developer) dan Pembeli. Tanpa ada pihak ketiga.

Sehingga transaksi yang terlibat adalah murni transaksi bisnis jual beli, secara kredit ataupun cash.
Instrumen dalam developer properti syariah dikenal dengan sebutan isthisna’, yaitu skema pesan bangun. Skema bisnis ini diperbolehkan dalam syariat, di samping murabahah, salaam dan lain-lain. Dalilnya adalah Rasulullah yang pernah memesan pada sahabat agar dibuatkan mimbar serta cincin secara isthisna’.
Dalam pengertian properti syariah, saat konsumen hendak membeli sebuah rumah, maka rumah akan bersifat indent. Ini akan jadi fasilitas tersendiri bagi konsumen dalam melakukan customize desain rumah yang akan dipesan.

Namun tidak semua developer properti syariah menerapkan isthisna’. Beberapa ada juga yang menyediakan properti ready stock. Konsumen juga bisa memilih apakah hendak membeli dengan cara kredit ataupun cash. Saat melakukan akad, sepakati satu harga yang dipilih dan nilainya tidak akan berubah-ubah.

Keuntungan Properti Syariah

  • Tanpa Denda 

Dalam Properti Syariah, Developer tidak menerapkan denda kepada pembeli apabila terlambat membayar angsuran rumah

  • Tanpa Sita

Dalam Properti Syariah, Developer tidak menerapkan sita apabila konsumen mengalami gagal bayar. Semua bisa dimusyawarahkan, apabila sudah final tidak bisa melanjutkan angsuran, maka rumah dijual bersama. 

  • Tidak ada pinalti

Dalam properti Syariah, ketika akan melunasi lebih cepat angsuran, tidak dikenakan pinalti seperti pada pihak bank. Biasanya, konsumen justru mendapat diskon / potongan harga jika melunasi lebih cepat sebagai hadiah.

  • Tanpa Riba / Bunga

Dalam properti syariah, hanya ada 1 harga saat akad, harga saat akad sampai tahun terakhir angsuran adalah sama. Meskipun ada keterlambatan pembayaran tidak akan merubah harga.